Selasa, 27 November 2018

Menghitung Jarak Episentrum Gempa Bumi



Indonesia dikenal dengan negara yang kaya akan sumber daya alam tambang dan mineral namun dibalik kekayaan itu tak jarang di tiap daerah di Indonesia mengalami gempa yang berkuatan lemah bahkan kuat. Hal itu disebabkan karna Indonesia letaknya pada zona subduksi pada penunjaman lempeng samudera menyusup ke bawah lempeng benua juga rangkaian sirkum pegunungan muda yang aktif sehingga menyebabkan Indonesia rawan akan terjadinya bencana gempa bumi baik tektonik maupun vulkanik.

Sumber gempa yang terdapat di dalam bumi dapat mencapai kedalaman puluhan kilometer dari permukaan tanah. Akan tetapi, getaranannya mampu merambat ke permukaan. Sumber atau pusat gempa tektonik yang ada di dalam bumi disebut hiposentrum. Sedangkan tempat di permukaan bumi yang terletak tegak lurus di atas hiposentrum disebut episentrum. perbedaan antara hiposentrum dan episentrum dapat dilihat pada gambar di bawah ini  : 
Gambar Hiposentrum dan Episentrum


Untuk mengetahui besarnya kekuatan gempa bumi, digunakan alat yang disebut seismometer. Seismometer yang dapat mencatat sendiri disebut seismograf. Hasil catatan seismograf disebut seismogram. Jika terjadi gempa, getaran seismik pertama yang tertangkap pada seismograf adalah gelombang primer (P) karena kecepatan rambatnya paling tinggi. Selang beberapa saat, datang gelombang sekunder (S) yang memilki kecepatan rambat lebih rendah dari gelombang primer. Kemudian, yang datang paling akhir pada seismograf adalah gelombang panjang (L) atau gelombang permukaan karena kecepatan rambatnya paling rendah. 


Pada seismogram, gelombang primer (P) tercatat pada fase pertama dan selang beberapa waktu kemudian datang gelombang fase kedua, yaitu gelombang sekunder (S). Selisih waktu pencatatan gelombang primer dan gelombang sekunder tersebut dapat digunakan untuk menghitung jarak episentrum dengan menggunakan rumus LASKA, yaitu  :


Δ = {( S – P ) – 1’ }x 1 Megameter


Keterangan :
Δ       = jarak episentrum dengan stasiun pencatat gempa
S – P = selisih waktu datangnya gelombang pertama dan kedua (dalam menit)
1’      = 1 menit
1 megameter = 1.000 km

Contoh :
1.      Stasiun pencatat gempa A mencatat gelombang primer suatu gempa pukul 19.30’.20’’ dan gelombang sekunder pukul 19.35’.50’’. tentukan jarak episentrum gempa dari stasiun pencatat A !
Jawaban :
Δ          = {( 19.35’.50’’ – 19. 30’. 20’’) – 1’ } x 1000 km
            = (5’.30’’ – 1’) x 1000 km
            = ( 4’.30’’) x 1000 km
            = 270 / 60 x 1000 km
            = 4500 km
Maka, jarak episentrum dari stasiun pencatat gempa A adalah 4500 km.


0 komentar:

Posting Komentar