Selasa, 18 September 2018

Proyeksi dan Skala Peta

Proyeksi peta adalah cara pemindahan lintang/bujur yang terdapat pada lengkung permukaan bumi ke bidang datar.
Ada beberapa ketentuan umum yang harus di perhatikan dalam proyeksi peta yaitu :
a. bentuk yang diubah harus tetap
b. luas permukaan yang diubah harus tetap
c. jarak antara satu titik dengan titik lain di atas permukaan yang di ubah harus tetap, serta
d. sebuah peta yang di ubah tidak boleh mengalami penyimpangan arah.

Dengan demikian, pada prinsipnya bahwa dengan proyeksi peta diharapkan penggambaran permukaan bumi ke dalam peta tidak terlalu menyimpang dari aslinya, atau dapat mendekati bentuk yang sebernarnya.

Bentuk - Bentuk Proyeksi Peta
Menurut bidang proyeksinya, proyeksi peta dapat dibedakan menjadi tiga bentuk, yaitu proyeksi azimuthal, proyeksi kerucut, dan proyeksi silinder.

I. Proyeksi azimuthal
    ialah proyeksi menggunakan bidang datar sebagai bidang proyeksinya. karenanya, proyeksi ini lebih tepat untuk menggambarkan daerah kutub. 
Ciri - ciri proyeksi azimhutal :
a. Garis - garis bujur sebagai garis lurus yang berpusat pada kutub
b. Garis lintang digambarkan dalam bentuk lingkaran yang konsentris mengelilingi bumi kutub
c. Sudut antara garis bujur yang satu dengan lainnya pada peta besarnya sama.
d. Seluruh permukaan bumi jika digambarkan dengan proyeksi ini akan berbentuk lingkaran.

Proyeksi Azimuthal dibedakan atas 3 jenis, yaitu :
a. proyeksi Azimut Normal yaitu bidang proyeksinya menyinggung kutub
b. Proyeksi Azimut Transversal yaitu bidang proyeksinya tegak lurus dengan ekuator
c. Proyeksi Azimut Oblique yaitu bidang proyeksinya menyinggung salah satu tempat antara kutub dan ekuator.



untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar berikut ini ;

oleh karena itu, proyeksi Azimuthal paling tepat untuk menggambarkan kutub, maka penggambaran kutub melalui proyeksi ini dibedakan menjadi 3 macam yaitu :
(1) Proyeksi gnomonik, yaitu proyeksi yang titik Y-nya terletak di pusat lingkaran.
(2) Proyeksi stereogenik, yaitu proyeksi yang titik Y-nya berpotongan (berlawanan) dengan bidang            proyeksi.
(3) Proyeksi ortografik, yaitu proyeksi yang titik Y-nya terletak jauh di luar lingkaran .

Gambar 1 : Bentuk Proyeksi Azimuthal


II. Proyeksi Kerucut
Proyeksi bentuk ini diperoleh dengan jalan memproyeksikan globe pada bidang kerucut yang melingkupinya. Puncak kerucut berada di atas kutub (utara) yang kemudian direntangkan. proyeksi dengan cara ini akan menghasilkan gambar yang baik (relatif sempurna) untuk daerah 45⁰ atau daerah lintang sedang. 
Gambar 2 : Proyeksi Kerucut


III. Proyeksi Silinder
Proyeksi silinder diperoleh dengan jalan memproyeksikan globe pada bidang tabung (silinder) yang diselubungkan, kemudian direntangkan. menggambarkan wilayah luas sesuai untuk wilayah khatulistiwa atau lintang rendah. karena menyinggung wilayah khatulistiwa maka garis paralel merupakan garis horizontal & meridian. 

Gambar 3 : Proyeksi silinder
IV. Proyeksi UTM (Universal Transverse Mercator)
Proyeksi UTM adalah proyeksi peta yang terkenal dan sering di gunakan. UTM merupakan proyeksi silinder yang mempunyai kedudukan transversal, serta sifat distorsinya conform. Bidang silinder memotong bola bumi pada dua buah meridian yang disebut meridian standar dengan faktor skala1.    
keunggulan sistem UTM adalah :
1. setiap zona memiliki proyeksi simetris sebesar 6⁰,
2. rumus proyeksi UTM dapat digunakan untuk transformasi zona di seluruh dunia,
3. distorsi berkisar antara 40 cm/1.000m dan 70 cm/ 1.000m.


Gambar 4 : Graticula dalam sistem UTM 
Proyeksi Berdasarkan Distorsinya :
1. Proyeksi Conform (Orthomorfic), yaitu proyeksi yang menunjukkan bentuk daerah, pulau, benua        di peta sama bentuknya dengan kenyataannya di permukaan  bumi.
2. Proyeksi Equal Area (Equivalent), yaitu proyeksi yang menunjukkan luas daerah di peta sama            luasnya dengan di muka bumi.
3. Pryeksi Equidistant, yaitu proyeksi yang mempertahankan kesamaan jarak di peta dengan di                permukaan bumi.


0 komentar:

Posting Komentar